Posts

Showing posts with the label FYI

Tantangan Membangun PTS Berkualitas

Seperti yang kita tahu bahwa terdapat lebih dari 4.000-an Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia dan tidak sedikit diantaranya dianggap belum memenuhi standar “tuntutan zaman” yang dalam hal ini adalah revolusi industri 4.0. Saat ini dunia pendidikan tinggi sudah mulai terjadi pergeseran bahwa “pendidikan sebagai suatu industri” yang dimana mengacu kepada standar kebutuhan “tuntutan zaman” tadi. Maka dari itulah saat ini tidak mudah untuk Membangun PTS Berkualitas terlebih jika mengacu kepada standar internasional. Dikutip dari Prof. Ati Rachmiatie, MSi terdapat beberapa komponen dasar yang perlu dirumuskan jika suatu perguruan tinggi swasta ingin maju dan berkembang yaitu: Peningkatan kualitas kurikulum  : Evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkala; pengembangan silabi, SAP dan bahan ajar. Peningkatan kualitas proses  : Penyelenggaraan program pengenalan akademik bagi mahasiswa baru; evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkala; pengembangan silabi, SAP dan ...

Akselerasi Program Penggabungan atau Penyatuan PTS

Image
Akselerasi Program Penggabungan atau Penyatuan PTS Dengan melihat banyaknya perguruan tinggi di Indonesia dengan ragam dan kesenjangan mutu yang lebar, perlu dikembangkan system peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional yang komprehensif. Penguatan mutu meliputi mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta manajemen perguruan tinggi. Langkah yang direncanakan di antaranya adalah:  right sizing jumlah perguruan tinggi melalui merger dan akuisisi;  diferensiasi misi perguruan tinggi;  sistem penjaminan mutu internal dan eksternal yang transparan; penguatan otonomi perguruan tinggi;  penguatan centers of excellence;  mobilisasi pendanaan mitra;  kerjasama antar perguruan tinggi; serta  kerjasama internasional & talent pool global. Jumlah PTN + PTS di Indonesia sangat banyak sekitar kurang lebih 4.000 dengan jumlah PTS saat ini sekitar 3.700-an dengan jumlah mahasiswa 4,4 juta, semnatara  71% ...

Jurnal Nasonal Sinta 2

Image
  Vol 24, No 2 (2022): SOSIOHUMANIORA, JULY 2022 Accreditation:  Based on a copy of the decision of the Director General of Research and Development Strengthening, Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia  Number: 3/E/KPT/2019 HIRARC METHOD APPROACH AS ANALYSIS TOOLS IN FORMINGOCCUPATIONAL SAFETY HEALTH MANAGEMENT AND CULTURE Eka Rakhmat Kabul, Farid Yafi Abstract The purpose of this study is to observe and analyze the potential hazards that can cause accidents in the activity of lifting building materials using Tower Crane on a construction project. The method used in this research is Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). By using this method, it is hoped that it can reduce the number of accidents that occur, find out the causes of accidents, and establish control measures. The results of the study indicate that there are 11 risks in activities that have the potential to cause accidents. Where 2 risks ...

PEMANTAUAN PERPANJANGAN AKREDITASI PROGRAM STUDI (PEPA-PS)

Image
  Pemantauan dan evaluasi Peringkat Akreditasi Program Studi (PEPA-PS)   dilakukan terhadap Program Studi sebelum berakhirnya masa berlaku Peringkat Akreditasi sebelumnya. Pemantauan dan evaluasi dilakukan terhadap Perguruan Tinggi yang memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Berstatus aktif berdasarkan data PDDIKTI;                                                                                        b. Memiliki mahasiswa aktif yang terdaftar di PDDIKTI; dan c. Memiliki dosen tetap yang tercatat di PDDIKTI. Bilamana Program Studi tidak memenuhi ket...

PEMANTAUAN DAN EVALUASI PERINGKAT AKREDITASI PERGURUAN TINGGI (PEPA - PT)

Image
Pemantauan dan evaluasi Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi (PEPA-PT)  dilakukan terhadap Perguruan Tinggi sebelum berakhirnya masa berlaku Peringkat Akreditasi sebelumnya. Pemantauan dan evaluasi dilakukan terhadap Perguruan Tinggi yang memenuhi ketentuan sebagai berikut:  Berstatus aktif berdasarkan data PDDIKTI; Memiliki mahasiswa aktif yang terdaftar di PDDIKTI; dan  Memiliki dosen tetap yang tercatat di PDDIKTI.  Terhadap Perguruan Tinggi yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas maka BAN-PT tidak dapat   menerbitkan   Perpanjangan   Keputusan   Akreditasi.   Untuk   Perguruan  Tinggi   yang memenuhi ketentuan tersebut di atas Perpanjangan Keputusan Akreditasi diterbitkan setelah dilakukan pemantauan dan evaluasi pemenuhan terhadap kinerja Perguruan Tinggi dalam 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun terakhir , yaitu:  Evaluasi dan penilaian dilakukan berdasarkan data Perg...

Relevansi Akreditasi Untuk Menghasilkan SDM Unggul

Image
Kebutuhan SDM Unggul Di Masyarakat (Transformasi Era Industri 4.0 Untuk Mewujudkan SDM Unggul) Transformasi Era Industri 4.0 Mewujudkan SDM Unggul pada Transformasi Era Industri 4.0 (bahkan menuju ke 5.0) menuntut tiga program percepatan perubahan :  Program percepatan perubahan tata kelola keuangan,manajemen dan proses melalui solusi digital  Program percepatan perubahan dalam peningkatan kompetensi SDM dari aspek akhlak, pengetahuan, hard skill dan soft skill agar memiliki kemampuan daya saing yang tangguh  Percepatan perubahan penajaman budaya dalam sikap menjalankan suatu pekerjaan dengan pola pikir yang positif, semangat dan tangguh serta penajaman pemahaman budi pekerti dan profesialisme Akreditasi dan SDM Unggul  Akreditasi adalah kebutuhan wajib karena apa, ukuran kualitas perguruan tinggi dilihat dari situ  (Prof. Moch. Nasir, Menristek RI, 2016)  SDM Unggul akan dihasilkan dari PT yang berkualitas. Kampus negeri dan swasta yang memiliki akreditas...

Klasterisasi Perguruan Tinggi

Klasterisasi perguruan tinggi merupakan pengelompokan perguruan tinggi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek. Klasterisasi pada perguruan tinggi ini biasanya dilakukan setiap tahun secara rutin. Ribuan perguruan tinggi di Indonesia akan dinilai dan dilakukan evaluasi. Dari hasil penelitian dan juga evaluasi tersebut, kemudian muncul setiap skor untuk setiap perguruan tinggi. Melalui skor yang didapatkan tersebut, maka skor yang paling atas atau paling baik akan masuk ke klaster 1. Kemudian nilai di bawahnya akan masuk ke klaster 2, dan begitu seterusnya K lasterisasi ini bukanlah pemeringkatan namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalahmaknai sebagai pemeringkatan. T ujuan utama dilakukannya klasterisasi perguruan tinggi adalah untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi, dan untuk mendorong perguruan tinggi dapat meningka...